Connect with us

Business

Luncurkan KPBPB Batam, Menko Airlangga: Program Ini Serap 300 Ribu Lebih Pekerja

Published

on

Jakarta, INFOMONETER.CO – Kementerian Koordinator bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) secara resmi meluncurkan Program Pengembangan Kawasan Rempang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam pada Rabu, 12 April 2023.

Turut hadir dalam agenda yang digelar di Kantor Menko Perekonomian ini di antaranya Menko Airlangga Hartarto, Wakil Menteri ATR/BPN, Raja Juli Antoni, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Walikota Batam selaku Kepala BP Batam Muhammad Rudi, owner PT Makmur Elok Graha, Tommy Winata serta perwakilan sejumlah kementerian/lembaga terkait.

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan peluncuran program KPBPB ini diharapkan menjadi awal pengembangan Kawasan Rempang sebagai kawasan yang berdaya saing tinggi dalam pengembangan industri, pariwisata, dan jasa dengan memberikan berbagai fasilitas dan insentif baik fiskal maupun non fiskal.

“Kawasan Rempang tentunya diharapkan dapat menjadi tujuan investasi, terutama investor asing, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dan regional,” ujar Menko Airlangga dalam penyampainnya di Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2023).

BACA JUGA  Sesmenko Susiwijono: Pemerintah Dukung Pengelolaan Lanskap yang Terintegrasi dan Berkelanjutan Guna Optimalkan Program SLM MDTF Periode II

Pengembangan Kawasan Rempang dilaksanakan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) yang telah ditunjuk sebagai mitra BP Batam dan Pemerintah Kota Batam.

Advertisement

Menko Airlangga menjelaskan pelaksanaan rencana investasi yang dilakukan oleh PT Makmur Elok Graha secara keseluruhan sampai dengan Tahun 2080 sebesar kurang lebih Rp381 triliun, yang mampu menyerap tenaga kerja langsung sejumlah 306.000 orang.

Investasi yang akan dilakukan antara lain industri menengah, industri manufaktur dan logistik, kawasan pariwisata terintegrasi, serta kawasan perumahan dan perdagangan jasa terintegrasi.

“Untuk Tahap I hingga Tahun 2040 akan direalisasikan investasi sekitar Rp29 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak kurang lebih 186.000 orang melalui pengembangan industri manufaktur dan logistik, pariwisata MICE, dan kegiatan perumahan yang didukung oleh perdagangan dan jasa,” ujarnya.

Advertisement

Menko Airlangga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait dan berharap agar perencanaan pengembangan ini bisa berjalan dengan baik.

“Nah tentu saya bergembira karena ini merupakan perjalanan yang sangat panjang, dan diharapkan ini bisa mengubah cakrawala di sekitar Singapura dan Batam. Kalau sekarang kita di Batam, kita lihat yang menyala adalah Singapura. Nah saya berharap kalau kita di Singapura yang nyala adalah Batam,” pungkas Menko Airlangga.

BACA JUGA  Ubah Logo Baru, BTN Makin Percaya Diri

Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni mengatakan seluruh persyaratan mengenai syarata yuridis dan administrasi dari kawasan Rempang yang digunakan untuk pengembangan dalam program Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) sudah terpenuhi.

Advertisement

“Ya Saya kira secara yuridis, HPL atas kawasan yang digunakan sudah memenuhi persyaratan. Kementerian ATR/BPN sudah menyerahkan kepada BP Batam,” kata Raja Juli Antoni ditemui media usai acara peluncuran tersebut.

Sebagai informasi, Kementerian ATR/BPN melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyerahkan Hak Pengelolaan Atas Tanah (HPL) kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Penyerahan HPL dilakukan oleh Wakil Menteri ATR Raja Juli Antoni melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Kepala BP Batam selaku Walikota Batam Muhammad Rudi disaksikan Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Selasar Loka Kertagama Gd. Ali Wardhana Lt. 3, Jalan Lapangan Banteng Timur Nomor 2-4, Jakarta Pusat.

Advertisement

Trending