Home / Bisnis / Lebih dari 10 Tahun Vakum, Naomi Susan Kini Geluti Usaha Bakery

Lebih dari 10 Tahun Vakum, Naomi Susan Kini Geluti Usaha Bakery

Infomoneter.co, Jakarta-Nama Naomi Susan, sudah tidak asing lagi di dunia usaha tanah air. Perempuan cantik kelahiran Medan, 15 Januari 1975 ini telah menggeluti ragam bidang usaha. Namanya mulai melambung dikala  ia sukses menjadi pemegang saham sekaligus pemimpin sebuah perusahaan yang bergerak di bidang membership terkemuka di Indonesia. Usianya ketika itu masih sangat muda, 22 tahun. Setelah keberhasilannya itu, ia pun merambah berbagai bidang usaha baru, di antararanya biro perjalanan dan penerbangan, properti, restoran dan kafe, hingga bisnis salon kecantikan.

Setelah menikah dengan dr. Yusfa Rasyid, SpOG, pada 2009 lalu, Naomi sempat vakum selama 10 tahun dari dunia usaha yang telah membesarkan namanya. Pengagum Ofrah Winfrey ini memilih untuk fokus sebagai istri dan ibu rumah tangga. Bahkan kelahiran tiga putrinya pada 2011, 2014 dan 2015, membuat Naomi sempat menjadi ibu ASI full time selama sembilan tahun.

“Haha … saat itu saya sampai menyusui dua bayi sekaligus. Putri pertama dengan putri kedua, dilanjut putri kedua dan putri ketiga. Mereka menyusu ASI sampai 3 tahun. Bahkan si bungsu sampai 4 tahun,” kata ibu dari Noni, Janee dan Ola ini.

Kini, setelah 10 tahun vakum, lulusan Marketing Communication dari University of Portland, Oregon, Amerika Serikat ini kembali lagi ke dunia usaha dengan menggarap Inibakeryku. Naomi mengaku merupakan sosok pengusaha yang selalu ingin membuat terobosan baru dalam menciptakan peluang usaha. Selain itu, ia juga selalu berusaha untuk bisa menginspirasi orang lain. Prinsip inilah yang membuat Naomi terpilih sebagai sosok Inspiring Woman Winner 2020, yang acara penganugerahannya diadakan di Trans Luxury Hotel, Bandung, 27 November 2020 lalu.

Mendapat gelar seperti ini, Naomimenyebut ingin mempersembahkannya untuk mendiang sang ibunda. “Ibu saya sosok yang hebat. Beliau bisa membesarkan empat anaknya tanpa didampingi suami atau ayah saya. Jujur saya berasal dari keluarga broken home. Tapi kondisi ini tidak menjadi alasan untuk saya untuk menjadi tidak baik. Sebaliknya, saya ingin membuktikan anak broken home pun bisa sukses,”tukas Naomi.

Inibakeryku “Mainan” Baru Naomi

Yang menarik, konsep Inibakeryku milik Naomi Susan berbeda dengan usaha bakery lain yang biasanya membawa brand sendiri. Menurut ibu dari tiga anak ini, ia ada di belakang layar, tidak muncul dengan brand-nya sendiri. Inibakeryku malah menjadi pemasok aneka roti dengan kualitas premium ke toko roti-toko roti lain. Naomi mengatakan salah satu misi dari usaha bakery-nya ini adalah ingin membantu mereka yang ingin memiliki toko roti tanpa harus memproduksinya sendiri.

Selain itu, Naomi juga ingin membantu toko roti yang sudah berjalan, misalkan yang membuka gerainya di mal, di mana karena pandemi Covid-19, toko roti ini menghadapi kesulitan dalam memenuhi biaya produksinya karena pengunjungnya sepi. “Seperti istilah different flowers from the same garden, banyak brand roti yang beredar namun berasal dari dapur yang sama, yaitu Inibakeryku. Jadi kami siap memasok roti yang kemudian roti ini dikemas dengan brand dan ciri khas toko roti mereka. Brand dan kemasan terserah kepada mereka, tapi produksi rotinya dari kami,” begitu kata wanita berpenbawaan ramah ini.

Belum lama ini redaksi berbincang bincang dengan Naomi. Berikut petikannya:

Inibakeryku baru saja meraih penghargaan Indonesia Best Choce Award 2020 dari Mediatama Award Management sebagai salah satu smart business yang berhasil berkembang pesat di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Menurut Anda apa yang membuat Inibakeryku terpilih menerima penghargaan tersebut?

Menurut saya penghargaan ini merupakan wujud dari hasil kerja keras yang sudah dilakukan tim Inibakeryku. Mengapa Inibakeryku layak mendapatkan penghargaan ini, karena sudah sangat jelas kalau dilihat dari domino effectnya kita menjadi solusi bagi teman-teman kita yang dirumahkan, yang work from home. Banyak juga perusahaan-perusahaan yang collaps akibat pandemi Covid-19 ini. Tapi bukan berarti kondisi seperti ini membuat kita menyerah, tetapi sebaliknya malah menjadi peluang. Domino effect yang terjadi Inibakeryku berhasil melahirkan pengusaha-pengusaha roti baru dan juga membantu pengusaha roti di mal-mal yang hampir gulung tikar karena biaya produksi yang tinggi tetapi daya beli masyarakat menurun. Selain itu juga memberi peluang bagi ojek online yang sudah terbantu dengan orderan pengantaran-pengantaran roti.

Penghargaan ini merupakan bukti kerja keras kita yang tidak menghianati hasil. Saya merasa senang dan semakin bersemangat untuk megembangkan Inibakeryku, tidak hanya di Jakarta tapi merambah luar Jakarta. Penghargaan yang kami terima tidak hanya ditujukan kepada teman-teman Inibakeryku yang berada di belakang layar, melainkan juga ditujukan kepada para pengusaha bakery, teman-teman saya yang sudah memberi support dengan menciptakan brand mereka sendiri untuk produk-produk roti berkualitas dari Inibakeryku yang kami supply. Sehingga penyebaran produknya menjadi lebih pesat.

Dari mana ide bisnis Inibakeryku muncul?

Saya terkenang dengan salah satu maestro pengusaha Indonesia, kawan baik saya, mentor saya, almarhum Om Bob Sadino. Pada waktu itu beliau bercerita kepada saya salah satu bisnis yang membuat beliau besar dan terkenal adalah mengekspor sayur-sayuran ke Jepang dan negara lain tanpa beliau sendiri memiliki satu jengkal tanah pun untuk bercocok tanam. Saya kagum mendengar cerita beliau dan berharap suatu saat bisa melakukan bisnis dengan konsep yang sama dengan Om Bob tapi produknya berbeda.

Lewat Inibakeryku saya mencoba merealisasikan konsep bisnis Om Bob. Jadi saya memberikan kesempatan kepada pengusaha yang ingin berbisnis di bidang bakery tanpa mereka harus memiliki satu mangkok pun tepung. Saya mensupport dengan menyediakan roti-rotinya, para pengusaha bakery ini hanya tinggal mendistribusikan dan memasarkan dengan brand mereka masing-masing. Mereka bebas memberi brand apa saja untuk produk-produk roti dari Inibakeryku.

Mengapa Anda tertarik merintis usaha bakery di tengah kondisi pandemi seperti ini?

Saya tertarik mengembangkan bisnis ini karena saya yakin membuat apa yang saya jual, bukan menjual apa yang saya buat. Saya melihat marketnya sudah ada, kebutuhannya sudah ada, sehingga saya membuat apa yang saya akan jual. Momentum pandemi ini saya lihat sangat bagus karena disinilah semua solusi tersedia dan ini merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan perekonomian keluarga yang goyah karena Covid-19. Kembali lagi banyak orang takut berusaha apalagi di masa pandemi seperti ini karena banyak masalah yang akan dihadapi seperti keahlian, permodalan, risiko. Nah di Inibakeryku semua masalah ini tidak ada karena ditanggung oleh Inibakeryku. Karena kita menciptakan pengusaha bakery tanpa mereka harus memiliki modal. Mereka bisa bermain aman tanpa harus menghadapi risiko.

Apa yang istimewa dari Inibakeryku sehingga layak mendapat penghargaan ini?

Menurut saya ada beberapa point, yang pertama kita bisa menjadi solusi di masa pandemi Covid 19 ini. Yang kedua kita melahirkan pengusaha-pengusaha baru di bidang bakery tanpa mereka harus memiliki satu mangkuk pun tepung. Yang ketiga kita menekan ketakutan dari para pengusaha baru yang ingin berbisnis di tengah kondisi seperti ini, seperti ketakutan akan permodalan, tenaga ahli dan juga risiko.

Bagaimana cara bermitra dengan Inibakeryku?

Pada saat pengusaha roti bergabung dengan Inibakeryku, mereka harus memberikan deposit sebesar Rp 5 juta. Jangan salah, mereka tidak membayar apa-apa seperti franchise fee dan lain-lain. Deposit ini lebih dimaksudkan untuk menjaga komitmen dan jumlahnya akan berkurang sesuai dengan harga roti yang mereka ambil. Dikhawatirkan kalau tidak ada deposit, komitmen ini akan sangat lemah. Dalam jangka waktu tiga bulan, uang deposit ini harus habis terpakai untuk pembelian roti. Tapi dalam prakteknya sebagian besar mitra kami menghabiskan deposit 5 juta hanya dalam jangka waktu 1 minggu.

Konsep bisnis Inibakeryku seperti apa?

Inibakeryku ada di belakang layar. Tapi kami menyuplai ke toko-toko roti, hotel, restoran dan pengusaha-pengusaha bakery baru dengan brand mereka sendiri. Konsepnya sangat sederhana sebenarnya, kita hanya menyuplai dan partner-partner kitalah yang mendistribusikan. Mereka bukan reseller, melainkan pengusaha bakery, karena mereka memakai brand mereka sendiri. Partner-partner kita inilah yang membuat ide-ide kreatif di pasaran dalam menjual roti-roti ini.

Mengapa mulai ekspansi ke luar kota dan memilih Yogyakarta sebagai kota berikutnya setelah Jakarta dalam mengembangkan Inibakeryku?

Ini semuanya tidak direncanakan. Ini berawal ketika saya berkunjung ke rumah Ustadz Yusuf Mansyur. Saat itu kita ngobrol secara live tentang Inibakeryku, ternyata ada Pak Iwan dari Yogyakarta yang menyimak obrolan kami. Kemudian Pak Iwan menghubungi saya untuk menjadi partner kami. Dari sini menjadi pilot project saya, kalau Yogya berhasil, maka saya juga bisa mengembangkannya di kota-kota lain. Untuk dapur rotinya saya memilih di Salatiga. Dari dapur Inibakeryku di Salatiga inilah nantinya produksi Inibakeryku didistribusikan kepada mitra-mitra di Yogyakarta, Semarang, Magelang, dan Temanggung.

Perjalanan bisnis Naomi Susan

Tahun 1996 memulai karier sebagai PR di sebuah perusahaan membership terkemuka di Indonesia. Tahun 1997 saya dipercaya untuk menjadi salah satu pemegang saham oleh Bapak Wibowo Gunawan dari sebuah franchise merchant network worldwide yang bernama Card Connection International (CCI). Di tahun 1998 saat krisis moneter melanda Indonesia dan dunia, di situlah kesempatan saya untuk berlari cepat dengan bisnis saya. Produk yang saya tawarkan adalah penghematan, kita memberikan solusi untuk berhemat di saat krismon sehingga perusahaan-perusahaan itu memakai jasa kita untuk mempertahankan costumer mereka.

Keberhasilan dari CCI mengantarkan saya untuk melahirkan bisnis-bisnis baru. Saya pernah mengembangkan one stop shopping, jadi di situ ada salon, studio foto, tempat bermain anak dan restoran. Saya juga pernah menjadi Sales & Director Bouraq Airlines cabang Jelambar untuk charter flight, saya carter pesawat dan membuat paket perjalanan sendiri sehingga harga menjadi lebih murah.

Jadi dari bisnis-bisnis yang pernah terlahir dari saya, ada satu ciri khas yaitu berusaha menjadi solusi dan mau menyenangkan orang banyak. Ini ciri khas dari setiap bisnis saya.

Nah di tahun 2020 sekarang ini, pandemi Covid 19 juga melanda dunia, termasuk Indonesia. Jadi saat saya melakukan gebrakan baru di bisnis Inibakeryku, saya merasa seperti reborn, terlahir kembali. Jadi saya berharap kesuksesan yang saya raih di masa krismon dulu akan terulang kembali di masa pandemi Covid 19 sekarang.

Makanya saya bilang hanya orang-orang pesimis lah yang meganggap pandemi Covid 19 ini adalah musibah yang besar. Tapi untuk orang-orang yang optimis, kondisi ini malah menjadi peluang untuk bisa berinovasi dan melahirkan karya.

 

 

About editor -

Check Also

Dahsyat! Di Tengah Pandemi, Summarecon Lampaui Target Penjualan 2020

Oleh Caroline Infomoneter.co, Jakarta-Pandemi Covid-19 berdampak pada kinerja hampir seluruh bidang usaha di dunia termasuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *