Connect with us

Nasional

Jalan Tol Trans Sumatera Membangkitkan Gairah Perekonomian Regional dan Lokal

Published

on

Infomoneter.co, Jalan tol ibarat nadi bagi perekonomian. Semakin banyak dibangun jalan tol akan semakin mampu membangkitkan perekonomian di wilayah setempat. Dengan demikian wajar jika Presiden Joko Widodo menempatkan  pembangunan infrastruktur transportasi sebagai salah satu prioritas utama, baik berupa  jalan tol maupun non tol.

Advertisement

Keterbatasan sumber dana APBN dalam membiayai pembangunan infrastruktur jalan, menuntut kreativitas pemerintah dalam pendanaannya. Salah satunya melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), baik dengan perusahaan swasta maupun BUMN. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera adalah salah satu wujud dari skema KPBU, dalam hal ini PT Hutama Karya (Persero) bertindak sebagai investor.

Mungkin secara hitung-hitungan ekonomis, Jalan Tol Trans Sumatera tidak sepenuhnya menarik dari aspek profitnya, karena lalu lintas harian masih rendah, sehingga proses pengembalian investasinya memerlukan waktu yang relatif lebih lama dibanding investasi jalan tol di Jawa. Hal itu membuat  investor swasta mungkin tidak cukup tertarik untuk melakukan investasi. Namun Jalan Tol Trans Sumatera memiliki nilai strategis, dalam rangka pemerataan perekonomian regional dan lokal di wilayah Sumatera, sehingga pusat perekonomian tidak terpusat di pulau Jawa.  Melalui Perpres 117/2015,  PT Hutama Karya (Persero) telah mendapatkan penugasan untuk membangun 24 ruas jalan tol Trans Sumatra.

BACA JUGA  Kabar Baik! Stabil dan Terkendali, Pemerintah Umumkan Inflasi Inti Indonesia pada September 2023 Bertengger di Peringkat 7 Dunia

Tampilnya Hutama Karya sebagai investor, menunjukan bahwa perusahaan BUMN ini tidak semata-mata mengejar profit, namun juga berani tampil sebagai pionir dalam mendukung program pembangunan perekonomian nasional, melalui pengembangan jalan tol Tans Sumatera.  Rekam jejak Hutama Karya sebagai kontraktor yang handal dalam pembangunan jalan tol  di Indonesia maupun di luar negeri, menjadi modal utama untuk menjadi  investor yang handal dalam  pengembangan jalan tol.

Advertisement

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dari Provinsi Lampung hingga Aceh sepanjang 2.987 kilometer, akan mewujudkan konektivitas yang tinggi diantara kota-kota di Sumatera, yang pada gilirannya  akan membangkitkan  perekonomian setempat, dengan meningkatnya usaha UMKM,  pengembangan pariwisata, kawasan industri dan pengembangan wilayah baru melalui pola Transit Oriented Development (TOD).

Pembangunan jalan tol ini akan menumbuhkan pengembangan UMKM, karena di setiap 50 km akan dibangun  rest-area yang menampilkan produk kerajinan dan kuliner khas.  Disamping itu jalan tol Trans Sumatera juga akan meningkatkan akses ke lokasi pariwisata,  industri, pertanian dan perkebunan  setempat, yang akan mampu menggairahkan perekonomian di wilayah tersebut.  Hal ini tentu  akan mampu mendongkrak lapangan kerja baru  yang sangat  signifikan. Hal tersebut tentu akan memberikan sumbangan yang penting dalam rangka  membangkitkan perekonomian regional yang lesu akibat  pandemi Covid-19.

BACA JUGA  Menko Airlangga Undang Kerja Sama Republik Lithuania Bangun Infrastruktur Digital, Ciptakan Zero Blank Spot di Seluruh Wilayah Indonesia

Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol memiliki dampak perekonomian yang besar bukan saja pada saat selesai dan  berfungsi, tetapi juga dalam proses pembangunannya mampu menyerap jumlah tenaga kerja siginifikan.  Hal itu meliputi teaga kerja  di lapangan secara langsung maupun dalam di rantai pasok jasa konstruksi, yaitu di indusri terkait, antara lain : pabrik semen, besi beton, maupun produsen beton siap pakai.  Untuk itu maka pembangunan infrastruktur seperi jalan Tol Trans Sumatera ini perlu terus didukung kelanjutanya, karena akan menjadi ujung tombak bangkitnya perekonomian nasional pasca pandemi COVID 19. (Urip Yustono)

Advertisement

 

Advertisement
Continue Reading
Advertisement

Trending