Home / CSR / Alhamdulilah! DMI Siapkan  Masjid Jadi Sentra Vaksinasi, Prioritaskan Lansia

Alhamdulilah! DMI Siapkan  Masjid Jadi Sentra Vaksinasi, Prioritaskan Lansia

Infomoneter.co, Jakarta – Ketua PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bidang Kesehatan dan Vaksinasi Dr. Abidinsyah Siregar menyampaikan kesediaan DMI untuk membantu mempercepat vaksinasi lansia. Data dari DMI menunjukkan ada sekitar 800 ribu masjid dengan berbagai ukuran dan fasilitas yang tersebar di 34 Provinsi.

“Kita merasa prihatin, khususnya Pak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa, yang mengetahui betul situasi nasional saat ini bahwa pencapaian vaksinasi bagi lansia berjalan lambat. Itu yang membuat Pak Jusuf Kalla dan jajaran pimpinan Dewan Masjid Indonesia proaktif, karena lansia banyak yang di masjid,” ujar Abidinsyah dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).

Ia memaparkan Kementerian Kesehatan mensyaratkan masjid yang dipakai untuk percepatan vaksinasi harus memiliki fasilitas pendukung dengan ruangan yang cukup untuk pelaksanaan vaksinasi dan tidak menggunakan tempat salat untuk vaksinasi.

“Fasilitas yang diperlukan antara lain ruang tunggu, meja pendaftaran, ruang skrining, ruang vaksinasi yang berpendingin, untuk bapak-bapak dan ibu-ibu ruangannya terpisah. Setelah itu ada ruangan observasi, untuk memantau keluhan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI),” terang Dr. Abidinsyah.

“Kalau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut ada ruangan pemeriksaan, dan bahkan kita menyiamkan ambulans apabila diperlukan,” tambahnya.

Ia juga menuturkan perhitungan DMI dengan adanya 136 lokasi dan tiap lokasi memiliki 10 masjid, maka ada 1360 masjid yang siap melakukan program vaksinasi ini.

“Bayangkan masing-masing masjid ini mampu memvaksinasi 500 orang per hari, maka kita akan dapatkan sekitar 600 ribu orang per hari. Ini akan mendorong vaksinasi kita cepat sekali,” tuturnya.

“Masjid sebagai sentra vaksinasi adalah pernyataan terbuka bagi semua kelompok umur. Tapi sesuai kebijakan pemerintah kita buat prioritas untuk lansia, tapi pada intinya masjid siap,” lanjutnya.

Dr. Abidinsyah juga berkaca dari Provinsi Banjarmasin yang sudah menyulap masjid menjadi sentra vaksin untuk mempercepat program vaksinasi lansia di daerahnya.

“Kalau kita bisa melakukan program seperti di Banjarmasin pada 34 Provinsi, dan menyentuh 4-5 Kabupaten/Kota dengan penduduk di atas 500 ribu, maka kita akan memiliki 136 lokasi kegiatan di Indonesia,” jelas Dr. Abidinsyah.

Sementara itu, PJ Wali Kota Banjarmasin Akhmad Fydayeen menerangkan hingga bulan ini sudah ada 8 masjid yang dijadikan sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Tentunya masjid yang digunakan berlokasi di tempat strategis sehingga mudah untuk diakses.

“Seperti yang sudah disampaikan pak Abidin, memang betul masjid-masjid ini memiliki aula-aula sehingga untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sudah disiapkan dengan baik. Sampai sekarang ini pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik di Banjarmasin,” jelas Akhmad Fydayeen.

Target vaksinasi melalui masjid-masjid di Kota Banjarmasin menyasar percepatan golongan lansia, kemudian bagi ASN, ustaz, ustazah, pengurus masjid, guru, dan dosen. Hingga sejauh ini, Akhmad membeberkan Banjarmasin sudah melakukan vaksinasi lansia hingga 12,49%.

“Apalagi di bulan Ramadhan ini, mereka beribadah di masjid dari Isya sampai Subuh. Momen ini akan kami maksimalkan untuk mempercepat program vaksinasi, dan alhamdulillah kegiatan ini berjalan baik,” jelasnya.

Sebagai informasi, target vaksinasi bagi satu juta penduduk per hari mungkin sulit dicapai jika hanya dilakukan di pusat-pusat kota. Padahal, target vaksinasi untuk menciptakan herd immunity yaitu sebanyak 181,5 juta penduduk. Karena itu dibutuhkan ribuan tempat untuk menjadi lokasi vaksinasi dan salah satu tempat yang paling strategis adalah masjid.

About editor -

Check Also

Ayo Donor Darah untuk Sesama dan Kesehatan Pribadi

Infomoneter.co, Jakarta– Pembatasan mobilitas dan kekhawatiran akan penularan virus, menimbulkan berkurangnya jumlah pendonor darah selama ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *