Connect with us

Bisnis

2017, Robert Bosch Catat Penjualan Rp1,6 Triliun

Published

on

INFOMONETER.CO – PT Robert Bosch, anak usaha Grup Bosch di Indonesia, membukukan penjualan Rp1,6 triliun pada 2017, tumbuh 28% dibandingkan realisasi penjualan pada 2016 sekitar Rp1,25 triliun.
“Pada 2017, kami memperkuat struktur organisasi perusahaan, memperluas saluran distribusi dan menyelesaikan berbagai proyek penting. Langkah tersebut mendorong pertumbuhan laba kami secara keseluruhan,” ujar Andrew Powell, Managing Director PT Robert Bosch, pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/07/2018).
Andrew mengungkapkan, pertumbuhan pendapatan PT Robert Bosch di Indonesia ke depan akan diperoleh melalui perluasan jangkauan berbagai produk Bosch secara geografis dan optimisme terhadap kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
“Kedua faktor tersebut memberikan peluang bagi bisnis Bosch karena ditopang oleh perkembangan sektor otomotif, infrastruktur dan berbagai proyek komersial di Indonesia,” tukas Andrew.
Tahun ini, perseroan menjajaki Makassar, Palembang dan Jayapura sebagai lokasi kantor-kantor cabang barunya. Ketiga kota itu membuka akses lebih besar bagi segmen pertanian, infrastruktur dan pertambangan. Ketiga segmen itu adalah industri penting Bosch.
Andrew juga mengungkapkan, penjualan online adalah faktor penting bagi pertumbuhan bisnis Bosch di indonesia. Perseroan menghadirkan gerai-gerai online, antara lain di Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, JD.id dan iLotte.
Di samping itu, demikian Andrew, Bosch mengupayakan agar Indonesia dapat terus bertahan menjadi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara. Pasalnya, sepertiga dari total volume penjualan mobil di Asia Tenggara per tahun berasal dari Indonesia.
Adapun, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor di Indonesia tercatat sebanyak 5,88 juta unit pada 2017. Itu volume penjualan sepeda motor terbesar di Asia Tenggara dan ketiga tertinggi di dunia.
Adrew menuturkan, untuk mengimbangi industri otomotif di Indonesia, Bosch terfokus pada lokalisasi produk-produk dan komponen otomotif. Pada April 2018, Bosch memproduksi unit kontrol elektronik (ECU) berlabel “Made in Indonesia” untuk pertama kalinya di fasilitas powertrain perseroan di Cikarang, Jawa Barat.
“Hingga kini, Bosch mempekerjakan 230 karyawan di Indonesia dan diharapkan dapat terus tumbuh di tahun-tahun mendatang,” pungkas Andrew. (Abraham Sihombing)

Advertisement
BACA JUGA  Dirancang Mampu Merespons Dinamika Perekonomian, APBN Tahun 2024 Usung Tema Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan
Continue Reading
Advertisement

Trending