Home / CSR / Terobosan Baru, Semen Indonesia Ubah Sampah Jadi Energi Terbarukan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (tengah berbaju putih, menekan tombol tanda peresmian operasional pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel) didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (dua dari kiri) dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yassin Maimoen hari ini Selasa (21/7) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Terobosan Baru, Semen Indonesia Ubah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Infomoneter, Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) sukses memanfaatkan sampah perkotaan di wilayah Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap memiliki nilai tambah. Perusahaan mengubah sampah menjadi  bahan bakar alternatif dalam pembuatan semen di pabrik SBI di Cilacap.

Peresmian operasionalisasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (RDF) dilaksanakan pada Selasa (21/7), oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, Menteri ESDM RI, Arifin Tasrif, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yassin Maimoen, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Direktur Produksi SIG, Benny Wendry dan Direktur Utama SBI, Aulia Mulki Oemar.

Fasilitas pemanfaatan sampah perkotaan (Municipal Solid Waste/MSW) menjadi RDF itu dibangun di atas lahan seluas 1 hektar dengan kapasitas olah mencapai 120 ton limbah domestik per hari.

Dari jumlah tersebut, akan dihasilkan 60 ton RDF setiap hari yang akan digunakan untuk mensubsitusi 40 ton batu bara per hari.

Direktur Produksi SIG, Benny Wendry, mengatakan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif merupakan solusi pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan masyarakat yang lebih baik. Melalui teknik “Refuse-Derived Fuel (RDF), perusahaan mengolah sampah dengan metode biodrying.

“Pemanfaatan sampah tersebut mampu mensubstitusi penggunaan batu bara menjadi bahan bakar hingga 3% Substitusi Energi Panas (Thermal Substitution Rate/TSR),” katanya melalui keterangan resmi di Jakarta (22/7).

Lebih lanjut dirinya mengatakan sampai saat ini, sampah terus bertambah dan menjadi masalah besar di beberapa daerah termasuk Kabupaten Cilacap. Hal itu menjadi trigger perusahaan untuk memanfaatkannya menjadi energi alternatif pengganti batu bara.

Dalam sambutannya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menjelaskan penerapan teknologi RDF merupakan upaya untuk meningkatkan pengelolaan persampahan di Indonesia dan diharapkan agar pilot proyek  ini bisa menjadi titik balik pengelolaan sampah di Indonesia yang selama ini masih menjadi permasalahan pelik.

“Harus ada terobosan dalam pengelolaan sampah agar dapat mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah kota/kabupaten kepada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. Semoga teknologi yang dibangun di Cilacap ini selanjutnya bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya,” jelas Luhut.

Fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu yang pertama di Indonesia ini merupakan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup yang bekerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Denmark melalui program ESP3.

Dalam program tersebut juga masih ada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Nah Solusi Bangun Indonesia mendapat kepercayaan sebagai operator produksi.

Mulai dari persiapan sumber daya manusia lewat pelatihan, dan offtaker produk RDF.

About editor -

Check Also

Ayo Donor Darah untuk Sesama dan Kesehatan Pribadi

Infomoneter.co, Jakarta– Pembatasan mobilitas dan kekhawatiran akan penularan virus, menimbulkan berkurangnya jumlah pendonor darah selama ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *