Home / Bisnis / Strategisnya Sakura Garden City Cipayung  di Antara Tol JORR dan  Stasiun LRT Ciracas
Peletakkan batu pertama (groundbreaking) tower pertama kondominum Cattlya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/7/2018)

Strategisnya Sakura Garden City Cipayung  di Antara Tol JORR dan  Stasiun LRT Ciracas

INFOMONETER.CO-Jakarta-PT Sayana Integra Properti, perusahaan pengembang properti hasil kolaborasi antara Daiwa House Industry, kontraktor terbesar di Jepang bersama JOIN (gabungan BUMN Jepang dan swasta yang khusus berinvestasi di luar negeri) menggandeng pengembang lokal, Trivo Group membangun superblok Sakura Garden City (SGC) di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

SGC yang memiliki 12 tower apartemen dan pusat perbelanjaan seluas 30.000 m2 ini diapit akses tol Jagorawi dan tol JORR serta terhubung stasiun light rail transit (LRT) Ciracas, Jakarta Timur.

Edward Sinanta Direktur SGC, saat peletakkan batu pertama (groundbreaking) tower pertama kondominum Cattlya, Sabtu (21/7/2018), mengatakan, proyek apatermen yang dipersiapkan membidik kalangan milenal berusia 20-35 tahun yang bekerja di Jakarta, namun belum memiliki tempat tinggal. Selain itu, kelas menengah dan atas di Jakarta, namun masih tinggal di pinggiran Ibu Kota.

Edward melihat, generasi milenial memiliki potensi pasarnya relatif besar di Indonesia. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Daiwa House memutuskan untuk memasuki pasar properti Indonesia. “ Perusahaan asal negeri Sakura menyadari bahwa banyak pembeli rumah potensial di Jakarta memiliki kendala keuangan dalam mencari perumahan yang cocok untuk keluarga dan gaya hidup.

“Jadi di bawah bendera PT Sayana Integra Properti, nantinya superblok seluas 10 hektar ini akan menyasar kalangan milenial dengan harga terjangkau,”ujarnya.

Sementara, Nobuya Ichiki Presiden Direktur PT Sayana Integra Properti, mengatakan, superblok ini dengan 60% area terbuka hijau ini selain menyediakan hunian vertikal (apartemen), pusat perbelanjaan (mal), rumah toko (ruko), restoran, hingga klinik. Rencananya juga akan dibangun gedung perkantoran, hotel dan rumah sakit.  “Konsep Sakura Garden adalah kota di dalam kota,” kata Nobuya.

Dia mengatakan, untuk tahap awal, investasi Sakura Garden sekitar US$ 80 juta (Rp 1,15 triliun). Ke depan, akan ditambah secara bertahap sesuai progres pembangunan. Adapun sumber pembiayaannya dari kas internal dan pra-penjualan. “Pembangunan akan dilakukan empat tahap. Untuk saat ini kami merasa cukup dari ekuitas, dan tidak perlu pinjaman,” kata Nobuya.

Tahap I, 4 Tower Strata Apartemen Middle Grade & Ruko Retail Promenade. Tahap II : 4 Tower Kondominium Middle-Up Grade, Tahap III : 4 Tower High End Luxury Suites dan Tahap IV terdiri dari 1 Gedung Perkantoran dan 1 Gedung Hotel Bintang 4.

“Jadi setelah Ground breaking tahap 1 dilakukan 21 Juli 2018 dan penyelesaian Tahap 4 dijadwalkan pada tahun 2024. Untuk  tahap I rencananya akan dibangun empat tower apatermen dengan total 2.200 unit dan 90 unit ruko,” katanya.

Sakura Garden City menyediakan berbagai tipe, mulai dari tipe studio hingga apartemen dengan tiga kamar tidur dan juga tipe loft mulai dari 29.9 m2 sampai 176 m2. Harga jualnya sekitar Rp 20 juta/meter persegi.

Diakuinya,  harga hunian di Jabodetabek naik rata-rata 20% per tahun, melebihi kenaikan rata-rata pendapatan pekerja 10% per tahun. Kondisi ini mengakibatkan generasi milenial kesulitan memiliki rumah.”Kami tidak hanya memilirkam profit semata, tapi juga kepentingan sosial membantu kalangan milenial memiliki rumah,” katanya.

Rencananya, SGC akan menawarkan skema pembayaran yang membantu kalangan milenial seperti tenor sampai 20 tahun. Selain itu, harga apartemen yang ditawarkan berkisar Rp 20 juta per meter persegi, tergolong murah untuk kawasan Jakarta, bila dibandingkan dengan kawasan Bekasi atau Tangerang yang harganya bisa lebih mahal. “Cicilannya bisa dibuat sekitar Rp 4-5 jutaan per bulan,” katanya.

Diketahui,  pada perusahaan patungan PT Sayana Integra Properti, Daiwa House bersama JOIN (Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development) menguasai 60 persen saham, sedangkan sisanya 40 persen dimiliki Trivo Group yang dikenal sebagai pengembang Pusat Grosir Cililitan (PGC), sentra grosir Cikarang dan superblok TangCity.

Daiwa House yang berdiri sejak tahun 1955 adalah pengembang dan kontraktor terbesar di Jepang dengan penjualan 31 miliar dolar AS di 2017. Produknya telah hadir di 20 negara seperti Australia, Tiongkok, hingga Meksiko. (Kormen)

 

 

 

About editor -

Check Also

Dahsyat! Di Tengah Pandemi, Summarecon Lampaui Target Penjualan 2020

Oleh Caroline Infomoneter.co, Jakarta-Pandemi Covid-19 berdampak pada kinerja hampir seluruh bidang usaha di dunia termasuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *