Hal tesebut sebagaimana dikemukakan oleh Presiden Direktur Indonesian Tobacco, Djonny Saksono di Jakarta, Selasa (28/5/2019).
Djonny menyebutkan, perusahaan yang sebelumnya bernama NV Indonesian Tobacco & Industrial Coy ini akan memanfaatkan dana IPO untuk meningkatkan stok bahan baku berupa produk tembakau lokal.
Pada pelaksanaan IPO ini, ITIC menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran awal (bookbuilding) dijadwalkan pada 27-31 Mei 2019, sehingga perkiraan tanggal efektif pada 21 Juni 2019.
Dengan demikian, masa penawaran umum bisa dilaksanakan pada 25 Juni-1 Juli 2019dan tanggal penjatahan pada 2 Juli 2019. Sehingga, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Juli 2019.
Saat ini, Indonesian Tobacco tengah fokus melakukan penetrasi penjualan untuk produk Manna yang merupakan brand andalan. “Produk Manna untuk merambah masyarakat yang memiliki selera berbeda. Kami akan memiliki berbagai varian,” pungkas Djonny. (Jep)