Home / Emiten / Catat Kenaikan Laba Bersih Sebesar 30% di Tahun 2018, Kinerja Summarecon Melejit

Jembatan penyebrangan orang (JPO) yang berlokasi di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong

Catat Kenaikan Laba Bersih Sebesar 30% di Tahun 2018, Kinerja Summarecon Melejit

Infomoneter.co, Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon), pada Kamis 20 Juni 2019, menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).     Salah satu agendanya adalah persetujuan Laporan Tahunan Perseroan, termasuk pengesahan Laporan Keuangan, dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2018. Agenda tersebut telah diterima dengan baik dan mendapatkan pengesahan serta persetujuan dalam RUPST.

Presiden Direktur Summarecon Adrianto P Adhi optimistis bisnis tahun ini akan berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Pemilu di bulan April 2019, berlangsung relatif aman, lancar, dan kondusif. Kami yakin tingkat kepercayaan konsumen pada pasar properti akan pulih bahkan meningkat, dan situasi ini akan menggairahkan kembali penjualan properti di semua segmen,” ujarnya usai RUPST di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Perusahaan dengan sangat hati-hati menetapkan target sebesar Rp 4 triliun yang akan diperoleh dari 6 lokasi saat ini. Lokasi tersebuti yaitu Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Karawang, Bandung dan Makassar.

“Komitmen kami untuk terus memberikan produk- produk berkualitas tinggi dan pengembangan berkelanjutan yang identik dengan merek Summarecon akan membuat Perseroan mampu melewati tahun yang penuh tantangan,” ucap dia.

Di tengah kondisi yang menantang di tahun 2018, yaitu perekonomian global masih dibayangi oleh ketidakpastian dengan melambatnya tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, juga nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika serikat yang terus terdepresiasi selama paruh pertama tahun 2018 dan mencapai level terendah Rp15.200, pada paruh kedua.

Ekonomi Indonesia juga dipengaruhi ketidakpastian global baik dari faktor ekonomi dan politik, maka perusahaan berupaya mengubah bauran produk yang berorientasi kepada permintaan pasar. Dari penerapan strategi ini, penjualan produk rumah memberikan kontribusi sebesar 64%, apartemen 16%, dan properti komersial sebesar 20% dari total pra-penjualan pemasaran.

Dalam situasi yang sulit di tahun 2018, Summarecon berhasil mencatat total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun, walaupun menurun 0,4% dari tahun sebelumnya, namun laba bersih tercatat sebesar Rp.690,6 miliar, naik 30% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, Summarecon berhasil membuka 2 lokasi baru; perumahan Srimaya di Bekasi Selatan pada Agustus 2018 dan Summarecon Mutiara Makassar pada November 2018.

Pada saat peluncuran lokasi baru ini, perseroan berhasil membukukan angka yang sangat menggembirakan dengan penjualan masing-masing sebesar Rp190 miliar dan Rp270 miliar.

Unit Bisnis pengembangan properti

Unit bisnis ini masih merupakan kontributor terbesar bagi perusahaan yaitu 61% dari total pendapatan, dengan nilai Rp3.435 milyar, turun sebesar Rp167 milyar atau 5% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp3.603 milyar. Meskipun pendapatan lebih rendah, perusahaan berhasil memperbaiki kinerja operasional dengan meningkatnya laba usaha sebesar Rp78 milyar (9%) menjadi Rp954 milyar dari Rp875 milyar pada tahun sebelumnya.

Unit Bisnis Investasi dan Manajemen Properti

Unit Bisnis ini mencatat pendapatan sebesar Rp1.491 milyar, meningkat Rp91 milyar (7%) dibandingkan tahun 2017. Unit bisnis ini berkontribusi 26% terhadap total pendapatan perusahaan di mana 95% kontribusi datang dari bisnis mall dan retail. Laba Usaha meningkat Rp75 milyar (17%) menjadi Rp525 milyar.

Sedangkan unit bisnis lainnya mencakup hotel, klub rekreasi, town management dan berbagai fasilitas pendukung yang terintegrasi pada kawasan.

Semua bisnis ini mencatat pendapatan sebesar Rp733 milyar, meningkat sebesar Rp96 milyar (15%) dibandingkan tahun sebelumnya. Bisnis lainnya mempunyai kontribusi 13% dari total pendapatan perusahaan selama tahun berjalan, dan hanya 5% dari total laba usaha. Total pendapatan dari bisnis hotel meningkat sebesar Rp61 milyar menjadi Rp344 milyar di tahun 2018.

Pada RUPS Tahunan ini diputuskan pembagian gividen sebesar Rp5 per lembar saham, atau setara 10% laba bersih Perseroan.

Selain itu, Perseroan juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut :

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Soetjipto Nagaria

Komisaris : Harto Djojo Nagaria

Komisaris Independen : Edi Darnadi

Komisaris Independen : Lexy Arie Tumiwa

Komisaris Independen : Ge Lilies Yamin

Dewan Direksi

Direktur Utama : Andrianto P. Adhi

Direktur : Liliawati Raharjo

Direktur : Soegianto Nagaria

Direktur : Herman Nagaria

Direktur : Sharif Benyamin

Direktur : Lidya Tjio

Direktur : Nanik Widjaja

Direktur : Jason Lim

Melihat prospek usaha di tahun 2019, Summarecon optimis akan berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Dengan pelaksanaan Pemilu di bulan April 2019 yang berlangsung relatif aman, lancar, dan kondusif, Summarecon yakin tingkat kepercayaan konsumen pada pasar properti akan pulih bahkan meningkat. (kormen)

About editor -

Check Also

Mitra Angkasa Sejahtera Berencana IPO

Infomoneter.co, Jakarta – PT Mitra Angkasa Sejahtera (MAS) berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *