Home / Bisnis / Sukses berkebun dan Berbisnis Agrikultur dengan Pupuk Hayati Dinosaurus
Kini pupuk hayati Dinosaurus sudah tersedia dalam bentuk cair Tanaman sulit tumbuh dan berbuah? Coba siram dengan Pupuk Hayati Dinosaurus

Sukses berkebun dan Berbisnis Agrikultur dengan Pupuk Hayati Dinosaurus

INFOMONETER.CO, Jakarta-Agar tanaman cepat tumbuh dan berbuah, kebun perlu disirami dengan pupuk yang membuat tanah bernutrisi. Salah satunya dengan Pupuk Hayati Dinosaurus yang menggunakan bahan-bahan organik dari alam sehingga baik untuk kesuburan tanah dan tumbuhan.

Menariknya, pupuk hayati Dinosaurus menggunakan teknologi fermentasi dengan bakteri baik yang bersimbiosis dengan tanaman. Bakteri baik ini memberikan unsur-unsur penting yang menyuburkan tanah dan mencegah kehadiran (pathogen) bakteri jahat. Alhasil tanaman yang menggunakan pupuk hayati Dinosaurus dapat cepat berbuah, banyak jumlahnya, dan hasilnya sehat untuk dikonsumsi.

“Proses ini sungguh berbeda dengan pupuk kimia yang hanya melengkapi unsur tanpa menyuburkan tanah. Akibatnya tanah menjadi rusak dalam penggunaan jangka panjang. Seringkali, tanaman yang hanya diberi pupuk kimia akan melambat produksi panenya setelah beberapa tahun,”ujar Co-Founder Pupuk Hayati Dinosaurus, Freddy Wijaya, di  Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Menurut Freddy, pupuk hayati Dinonsaurus juga berbentuk cair sehingga sangat mudah penggunaannya. Caranya, pupuk dicairkan bersama air dengan perbandingan 1:40, lalu semprot ke tanaman dan tanah di sekelilingnya. Penggunaannya pun cukup 2-3 kali dalam sebulan. Namun pada pertumbuhan awal tanaman yang masih muda, penggunaannya bisa lebih intensif, yaitu sekali seminggu dalam dua bulan.

“Jika sudah memiliki tanaman yang besar namun terlihat sakit dan sulit berbuah, pupuk hayati Dinonsaurus juga dapat memperbaikinya. Siramlah dengan intensif pada tanaman, yaitu tiga hari sekali dalam dua bulan,”jelasnya.

Selain untuk bertanam di rumah, Pupuk Dinosaurus, lanjut Freddy,  juga sudah diaplikasikan oleh berbagai pengusaha perkebunan, serta petani lokal. Melalui pengembangan pupuk kearifan lokal yang didukung oleh penelitian, ilmu pengetahuan dan bioteknologi, pupuk Dinosaurus berusaha untuk mewujudnyatakan kemakmuran & kesejahteraan Petani Indonesia.

Kini bertanam bukan lagi sekedar hobi, melainkan bagian dari lifestyle masyarakat modern. Kebun dapat membuat lingkungan kita asri, dan hasilnya memberikan manfaat bagi keseharian kita. Ayo mulai menanam dengan pupuk hayati Dinosaurus! Pupuk saat bumi diciptakan.

“Dalam berbisnis agrikultur, kita pun harus pintar dalam memilih pupuk yang terbaik untuk tanaman kita. Dengan menggunakan Pupuk Hayati Dinosaurus yang terbuat dari bahan organik dan menggunakan teknologi mikroba, hasil panen pertanian dapat ditingkatkan. Bukan hanya meningkatkan secara kuantitas, namun juga kualitas panen, serta ketahanan tumbuhan terhadap hama,”ujarnya.

Hasil panen akan meningkat karena adanya mikroba baik dan unsur yang terdapat dalam Pupuk Hayati Dinosaurus. Selain memberikan nutrisi yang terbaik bagi tumbuhan, bakteri baik juga menyuburkan tanah dengan mengurai unsur penting yang diperlukan dalam proses pertumbuhan. Tanah yang subur dapat meningkatkan hasil panen dengan maksimal.

Penggunaan Pupuk Dinosaurus juga terbukti dapat meningkatkan resistensi tumbuhan secara alami terhadap penyakit. Hal ini karena mikroba baik dapat melawan kehadiran patogen bakteri jahat. Dengan demikian penggunaan pestisida yang tidak sehat bagi tubuh dan alam dapat dikurangi dalam proses bertani.

Dalam prosesnya, pupuk hayati Dinosaurus menyuburkan tanah secara alami. Hal ini berbeda dengan pupuk kimia yang hanya melengkapi unsur tanpa menyuburkan tanah. Akibatnya tanah menjadi rusak dalam penggunaan jangka panjang. Seringkali, tanaman yang hanya diberi pupuk kimia akan melambat produksi panenya setelah beberapa tahun. Penggunaan pupuk kimia dapat perlahan dikurangi dan diganti dengan Pupuk Hayati Dinosaurus untuk hasil jangka panjang yang baik.

Menurut Freddy, penggunaannya yang mudah juga membuat pupuk hayati Dinosaurus yang berbentuk cair disenangi banyak petani. Caranya, pupuk dicairkan bersama air dengan perbandingan 1:40, lalu semprot ke tanaman dan tanah di sekelilingnya. Penggunaannya pun cukup 2-3 kali dalam sebulan. Namun pada pertumbuhan awal tanaman yang masih muda, penggunaannya bisa lebih intensif, yaitu sekali seminggu dalam dua bulan.

Pupuk Dinosaurus sudah diaplikasikan oleh berbagai pengusaha perkebunan, serta petani lokal di Indonesia. Kedepannya, melalui pengembangan pupuk kearifan lokal yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan bioteknologi, pupuk Dinosaurus ingin terus memajukan bisnis agraris di Indonesia. Kormen

 

About editor -

Check Also

Investasi 1 Triliun, SouthCity Kerjasama GoWork Kembangkan Hunian Coliving Pertama di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *