Home / Profil / Perjalanan Rizka Wahyu Melejitkan Lapis Bogor Sangkuriang dan Bolu Susu Lembang
Taufan B. Umbara - presiden SBM proindonesia menyerahkan penghargaan kepada Founder kue lapis, Rizka Wahyu dan disaksikan suaminya, Anggara Kasih Nugroho Jati.

Perjalanan Rizka Wahyu Melejitkan Lapis Bogor Sangkuriang dan Bolu Susu Lembang

Taufan B. Umbara – presiden SBM proindonesia menyerahkan penghargaan kepada Founder kue lapis,  Rizka Wahyu dan disaksikan suaminya, Anggara Kasih Nugroho Jati.

 

INFOMONETER.CO-Dibalik tampilannya yang menarik,  tekstur lembut dan rasa lezat, Lapis Bogor Sangkuriang dan Bolu Susu Lembang sudah  menjadi oleh oleh wajib beli, bagi mereka yang berkunjung ke Kota Bogor. Kue lapis berbahan talas dengan harga jual terjangkau ini, memiliki beragam varian rasa dan kemasan yang didesain khusus sehingga menjadikan Lapis Bogor Sangkuriang banyak diburu oleh wisatawan kota Bogor.

Founder kue lapis yang banyak digemari lintas usia ini adalah sepasang suami istri berusia 30- an tahun. Mereka adalah Rizka Wahyu dan Anggara Kasih Nugroho Jati, suaminya.

Usaha kue lapis yang mereka rintis baru 7 tahun. Namun dari kedua jenis kue lapis tersebut, suami istri ini bisa meraih omset ratusan miliar per tahunnya. Tak hanya di Bogor. Tapi usaha yang merintis kini beranak pinang ke beberapa wilayah Indonesia. Target pasangan muda yang memilih resain dari perusahaan papan atas itu adalah melantai di bursa dan ekspansi ke kancah internasional.

Namun patut dicatat, kesuksesan pasangan muda ini dalam membesut kue lapis tak semuda membalikan telapak tangan.  Kesuksesan Lapis Bogor Sangkuriang ini tak terlepas dari kejelian Rizka dan suami yang belajar dari kegagalan usaha sebelumnya. Awalnya, Rizka dan sang suami memulai berbisnis dengan berjualan bakso. Namun sayang, karena kesalahan manajemen, usaha bakso tersebut tidak berjalan lama dan mengalami kegagalan. Akibat kegagalan tersebut, Rizka dan suaminya mengalami kerugian hingga harus merelakan motor operasionalnya diambil oleh leasing, menunggak pembayaran rumah hingga empat bulan, serta harus menjual mobilnya.

Kegagalan tersebut tak menyurutkan semangat Rizka dan suaminya dalam memulai usaha kembali. Belajar dari pengalaman tersebut, Rizka membenahi manajemen bisnisnya dan menggunakan jasa konsultan untuk mengembangkan bisnisnya. Ia pun telah melakukan efisiensi dengan berinvestasi pada mesin produksinya.

Ia menggunakan mesin dari Jepang dan Finlandia untuk memproduksi kue lapis talasnya. “Perbedaan produksi yang dulu dan sekarang, dengan teknologi sekarang sudah bisa punya ukuran kue yang standar. Kalau dulu manual kan ukurannya bisa beda-beda,” kata lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Surabaya ini.

Pandai melihat peluang, itulah yang dilakukan Rizka Wahyu Romadhona. Keduanya memulai usaha lapis talas tersebut sejak tahun 2011. Rizka melihat bahwa Kota Bogor sebagai kota pariwisata memiliki potensi dan peluang yang besar untuk memulai bisnis kuliner, terutama buah tangan khas Bogor. Terbetiklah ide untuk membuat kue lapis dengan menggunakan bahan pangan khas Bogor, yaitu talas.

“Kami mau bikin sesuatu yang beda. Saya kan orang Surabaya ya. Kalau di surabaya ada lapis Surabaya, lalu kepikiran kenapa gak buat lapis Bogor? Terus akhirnya kami mulai bereksperimen,” ceritanya. Dengan bermodalkan uang Rp 500 ribu, resep lapis dari ibunya, dan peralatan membuat kue yang dipinjam dari mertuanya, Rizka mulai bereksperimen membuat kue lapis talas.

Pada awal usaha, promosi kue lapis talas ini dilakukan dari mulut ke mulut hingga akhirnya dikenal banyak orang. “Awalnya, kami promosi ke tetangga sekitar. Ternyata mereka suka. Akhirnya malah mereka membantu untuk mempromosikan lapis talas buatan saya,” cerita Rizka.

Ia pun mulai mempromosikan produknya ke komunitas-komunitas. “ Saya juga berjualan di komunitas-komunitas, seperti komunitas arisan maupun pengajian,” tambah Rizka. Ia pun sering mengikuti pameran-pameran yang diadakan oleh instansi pemerintah dan bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dalam membuka booth di hotel atau restoran.

Desember 2011, Rizka membuka outlet pertamanya di Jl. Sholeh Iskandar, Bogor. Sebagai produk kuliner dengan inovasi baru, mengenalkan lapis talas ini merupakan sebuah tantangan besar bagi Rizka. “Tantangan besar dalam menjalankan bisnis ini adalah saat melakukan edukasi bahwa lapis yang kami jual berbahan talas, bukan lapis legit atau lapis Surabaya,” tuturnya.

Oleh karena itu, Rizka terus meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap Lapis Bogor Sangkuriang ini. Kita juga terus tingkatkan brand awareness terhadap Lapis Talas Sangkuriang sebagai ‘Pertama dan Terbesar’ sesuai tagline-nya,” ungkapnya. Kini, Lapis Bogor Sangkuriang juga telah memiliki outlet di Jalan Pajajaran dan di Puncak.

Ditanya kiat sukses menjalankan bisnisnya, Rizka menjawab bahwa sebagai pebisnis haruslah fokus. Ia belajar banyak dari pengalamannya dulu, yang tak fokus ke satu bidang bisnis, dan akhirnya gagal.“Jadi ketika memulai usaha kita harus fokus ke satu bidang. Apa sih yang mau difokuskan? Kalau liat satu peluang masuk belum lancar jalan, ada peluang lain coba ikut juga, akhirnya malah keteteran semua,” ungkapnya.

Di samping itu, manajemen keuangan juga memegang peranan penting dalam kelancaran berbisnis. “Manajemen keuangan juga yang paling penting karena banyak teman-teman UKM ketika dapat duit sedikit akhirnya untuk gaya hidup. Harusnya kan duitnya itu diputar lagi buat usaha,” tutur perempuan yang menjadikan kisah sukses Brownies Amanda dan Kek Pisang Villa Batam sebagai referensi berbisnisnya.

Taufan B. Umbara – presiden SBM proindonesia, yang menjadi konsultan perjalanan  usaha Lapis Bogor Sangkuriang dan Bolu Susu Lembang, menjelaskan,  UMKM membutuhkan pelatihan dan pendampingan bisnis. Namun dengan keterbatasan biaya biasanya mereka kesulitan mendapatkan akses itu. SBM proindonesia menyediakan akses pelatihan dan pendampingan bisnis dgn biaya sangat murah. Khusus utk UMKM Indonesia.

“ Tahun 2019 kami ingin membantu entrepreneur di 50 kota di Indonesia untuk  sama-sama belajar dan sama-sama  naik kelas. Melalui pelatihan dan pendampingan bisnis yg kita selenggarakan,”ujarnya  di The Ice Palace,  Lotte Shopping Avenue, Jalan Prof. DR. Satrio Jakarta, pada Kamis  (24/01/2019).

Menurutnya, sampai dengan 2018 SBM proindonesia diberikan kesempatan hadir dan membantu ribuan entrepreneur  di 30 kota di Indonesia. Salah satu sumberdaya penting di SBM proindonesia adalah keberadaan coach yg siap terjun dan membantu sahabat2 entrepreneur. Saat ini kami memiliki 80 coach dan mentor yg memiliki keahlian dan pengalaman dalam membangun bisnis.

About editor -

Check Also

Rayakan Hut ke-87,  DR. Ir. Ciputra Buka Rahasia Panjang Umur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *